Skip to content

Mazhab Frankfurt dan Revisi Pemikiran Karl Marx (Ulasan Buku “Herbert Marcuse”)

7 Maret 2017

(Pernah dimuta di http://www.qureta.com, 9 September 2016)

Mencari literatur yang secara khusus membahas pemikiran tokoh mazhab Frankfurt cukup susah ditemukan, menurut pengalaman pribadi penulis. Banyak literatur yang membahas marxis, hanya meletakan mazhab Frankfurt di sub-bab tertentu saja. Untuk itu buku karya Valentinus Saeng ini bisa menjadi salah satu oase tersendiri.

Buku yang diberi anak judul “Perang Semesta Melawan Kapitalisme Global” cukup menggoda untuk dibaca. Meskipun buku ini di beri judul “Herbert Marcuse”, tapi buku ini tidak hanya membahas latar belakang kehidupan Marcuse, Mazhab Frankfurt sebagai lembaga yang menaungi Marcuse juga dibahas secara lengkap dalam buku ini. Baca selanjutnya…

Robert K. Merton, Revisi dan Kritik Teori Struktural Fungsional

2 Februari 2017

Dalam kajian sosiologi terdapat beberapa paradigma teori. Menurut George Ritzer dalam Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda, sosiologi memiliki tiga paradigma utama (meskipun pada perkembanganya Ritzer insyaf, karena tidak memasukan postmodern):

  1. Paradigma Fakta Sosial: Tokoh sosiologi yang bernaung dalam paradigma ini percaya bahwa dalam kajian sosiologi yang perlu mendapat perhatian adalah struktur dan masyarakat. jadi, dalam paradigma ini sosiologi harus bisa memberi penjelasan atas fenomena yang terjadi dalam masyarakat dengan menggunakan sudut pandang makro. Salah satu Sosiolog yang bernaung dalam paradigma ini dan yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah Robert K. Merton.
  2. Paradigma Definisi Sosial: Berbeda dengan paradigma fakta sosial, tokoh yang dianggap bagian dari paradigma definisi sosial meyakini bahwa untuk mengkaji masyarakat, sosiologi harus berangkat dari individu. Para Sosiolog dalam paradigma ini menganggap bahwa struktur dalam masyarakat bisa terbentuk karena adanya interaksi antar individu. Sosiolog yang bernaung dalam paradigma ini salah satunya Herbert Mead.
  3. Paradigma Perilaku Sosial: Paradigma perilaku sosial lahir dari perpaduan antara kajian sosiologi dengan psikologi-behavioristik. Menurut penganut paradigma ini, dalam mengkaji masyarakat, khususnya ilmu sosial, para peneliti harus melihat perilaku individu yang tidak lepas dari proses timbal balik stimulus-respon. Tokoh yang terkenal dalam paradigma ini adalah B. F. Skinner.

Baca selanjutnya…

Review Novel: Dunia Anna

14 Januari 2016
23433546

Sumber Gambar: goodreads.com

 

Penulis: Jostein Gaarder

Penerbit: Mizan

Tahun Terbit: 2008

Novel ini berkisah tentang seorang anak berusia 16 tahun yang perihatin menyaksikan lingkungan sekitarnya telah mengalami perubahan yang luar biasa. Perubahan tersebut terjadi bukan perubahan menuju ke arah yang lebih baik, tapi perubahan tersebut justru mengarah pada kehancuran ekosistem di bumi. Kesadaran Anna ini timbul ketika dia melakukan perjalananya ke rumah saudaranya untuk merayakan libur natal yang bertepatan dengan musim salju. Tidak seperti natal sebelumnya natal pada saat itu Anna berumur 10 tahun terlihat berbeda karena tidak ada salju. Baca selanjutnya…

Pendidikan Untuk Kerja (?)

6 Oktober 2015

20150902_150907Tulisan ini terisnpirasi dari berbagai iklan-iklan yang mengusung pendidikan sebagai tema. Tidak bisa dipungkiri dalam masyarakat kita saat ini adalah masyarakat tontonan. Masyarakat tontona merupakan istilah yang diberikan Guy Debord untuk menggambarkan kondisi masyarakat kita saat ini yang terpaku pada tontonan kita yaitu TV yang menjadi rujukan utama kita dalam menjalani hidup. Dalam TV khususnya iklan yang ditayangkan, kita bisa melihat mulai dari produk pasta gigi, pembersih piring, sampai lembaga Pendidikan yang menjajikan berbagai keuntungan untuk mengkosnsumsi produk tersebut. salah satu keuntungan yang bisa diperoleh khususnya dalam iklan-iklan lembaga pendidikan adalah kesuksesan Kemudian yang menjadi pertanyaan tentang iklan pendidikan yang menjanjikan kesuksesan tersebut adalah “kesuksesan yang seperti apa yang diajnjikan?” hampir semua iklan pendidikan tersebut mulai dari iklan lembaga bimbingan belajar, sekolah sampai universitas menjajikan kesuksesan dalam hal peluang kerja dan kesuksesan dalam lingkungan pekerjaan. Salah satu iklan yang ditayangkan dalam TV bahkan menggambarkan secara jelas mengenai perbedaan individu yang sudah mengenyam pendidikan di SMK yang diiklankan menjadi individu yang cakap bekerja dan individu yang tidak bersekolah di SMK yang diiklankan tersebut mendapat teguran disebabkan kinerjanya buruk, karena tidak bersekolah di SMK tersebut. Kemudia yang menjadi pertanyaan “apakah memang sekolah itu memang ditujukan hanya untuk satu tujuan yaitu bekerja?” Baca selanjutnya…

Sekilas Tentang Dekonstruksi

20 Agustus 2015

Dekonstruksi merupakan inti dari filsafat yang diajarkan oleh Derrida. Filsafat dekonstrusksi menuntut kita untuk menghargai yang namanya perbedaan, begitulah kalau penulis boleh menggampangkanya. Memang dalam setiap bahasa yang disampaikan oleh banyak tokoh filsafat termasuk Derrida susah untuk dicerna jika kita langsung membaca karyanya langsung tanpa membaca karya saduran seperti karya Al Faydl yang berjudul “Derrida” dan tidak melakukan diskusi dengan teman sebaya atau orang yang lebih memahami tentang filsafat dekontruksi Derrida. Baca selanjutnya…