Skip to content

Sekilas Tentang Socrates

1 Februari 2015

Filsafat klasik Yunani, dalam benak akan terngiang nama Plato dan Aristoteles (mungkin tidak semua orang) 😀 . Pada hal ada satu nama lagi yang bisa dikatakan Bapak dari filsafat klasik yunani yaitu Socrates. Siapa itu Socrates, dia tidak lain adalah Filsuf besar Yunani yang tidak lain adalah guru dari PLato. Socrates terlahir 470 SM dan ibu Socrates adalah seorang bidan, mengenai latar belakang kehidupan dan berbagai pemikiran Socrates sendiri sangat suit ditemui, karena semasa hidupnya Socrates tidak pernah menulis. Menurut Socrates sendiri dia tidak menulis karena tulisan dianggapnya sebagai racun penenang otak atau Pharmakon, yang menyebabkan manusia malas menggunakan daya pikirnya, karena tergantung oleh tulisan. Hal ini berbeda dengan penerusnya Plato dan Aristoteles, yang beberapa karyanya bisa kita temukan. Pemahaman mengenai sosok Socrates sendiri, hanya kita ketemukan dari Plato, dimana Plato pernah menuliskan sebuah karya yang berisi dialognya dengan Socrates. Penggambaran sosok socrates ini tidak hanya dijabarkan oleh Plato, akan tetapi Xenophone juga menuliskan tentang sosok Socrates, akan tetapi yang lebih populer pengenalan sosok Socrates ini berasal dari Plato.

Filsafat Socrates sendiri lahir ketika masyarakat Yunani, dilanda takhayul. Seluruh sendi kehidupan masyrakat Yunani pada saat itu selalu dikaitkan dengan kekuatan dewa dewa, seperti Zeus, Posseidon, Hades dan masih banyak lagi. Menurut Socrates masyarakat Yunani pada saat itu diibaratkans eperti kuda lembam dan Socrates hadir sebagai tawon yang siap menyengat kuda lembam tersebut. Kepercayaan pada dewa ini menurut Socrates berakibat masyarakat Yunani tidak menggunakan akal sehatnya. Kritik lain yang dilancarkan Socrates pada kepercayaan masyarakat Yunani pada dewa, karena Dewa dewa yang disembah masyarakat Yunani pada saat itu, memiliki sifat manusia, kok bisa dewa memiliki sifat manusia ? 😀 , secara gampangnya itulah yang mengusik pikiran Socrates (Konsep dewa tersebut berasal dari karya Homer). Menurut Socrates manusia harusnya mengenal dirinya sendiri dan disana dia akan menemukan pengetahuan sejati.

Socartes menyebarkan ajaran filsafat di pasar pasar Yunani (Pasar pada saat itu menjadi pusat dari kebudayaan dimana orang membicarakan Politik, Pengetahuan dan lainya), Socrates mengajak orang untuk berdialog denganya dan menanyakan pengertian tentang sesuatu, setelah yang diajakknya berdialog tersebut megutarakan argumenya Socrates mencari celahnya sehingga orang yang diajaknya berbicara merenungkan lagi apa yang sudah diutarakanya. Dalam buku Paul Sthatern yang berjudul “90 menit bersama Socrates”, dalam dialognya dengan orang lain Socrates memposisikan diri sebagai orang yang tidak tahu bahkan bodoh. Dalam dialognya tersebut diharapkan ada pengetahuan yang lahir, menurut Socrates Filsuf itu seperti bidan, jika bidan membantu persalinan kelahiran manusia filsuf membantu persalinan akan lahirnya pengetahuan.

Dari metode dialognya terkadang mebuat lawan bicaranya menjadi jengkel terhadap Socrates, karena setiap argumen yang diungkapkan secara tidak langsung Socrates mematahkanya. Dan dari kebiasaanya berdialog inilah Socrates menemui ajalnya. Socrates dihukum mati, karena gagasan filsafatnya yang menurut pihak berwenang dapat merusak generasi mudah Yunani. Socrates meninggal setelah dihukum mati, untuk meminum racun cemara pada 399 SM.

Sedikit kutipan kalimat Socrates yang masih terkenal sampai saat ini :
Aku tahu, bahwa sejatinya aku tidak tahu apa apa”

Sumber Gambar: http://image.shutterstock.com

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: