Skip to content

Plato Telah Menggandakan Dunia

4 Februari 2015

Plato telah menggandakan dunia, itulah salah satu kiritik yang dilontarkan Aristoteles kepada Plato. Kritik tersebut saya temukan di novel filsafat berjudul “Dunia Sophie”, karya Jostein Gaarder. Aristoteles sendiri adalah murid dari Plato sendiri, selama beberapa tahun Aristoteles mendapatkan pelajaran banyak dari Plato, baik itu tentang etika, politik dan lainya. Aristoteles juga dikenal sebagai guru dari salah satu pemimpin terkenal pada masa kejayaan Yunani yaitu Alexander agung.

Aristoteles bisa dikatakan salah satu filsuf yang berpayung pada aliran empirisme. Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya perdebatan antara filsuf rasionalis dan empiris, tentang masalah penciptaan sudah lama terjadi, bahkan sampai sekarang mungkin. Kritik tajam Aristoteles terhadap Plato tentang dunia idenya, yaitu menurut Aristoteles , Plato telah meninggalkan realitas yang ada di dunia. Plato menurut Aristoteles juga telah mendikotomikan antara tubuh dan jiwa, menurut Plato jiwa dan dunia ide sifatnya lebih mulia, daripada tubuh dan dunia. Pandangan Plato yang mendikotomikan antara jiwa dan tubuh inilah yang mendorong lahirnya ajaran ajaran agama yang beraliran Platonis, yang menganggap dunia itu semu dan tidaknperlu menjadi prioritas. Dampak pandangan lain Plato yang mengaggunggkan dunia ide adalah manusia akan mendapatkan pengetahuan sejati hanya dari dunia dunia ide, dan realitas dunia tidak memberikan pengetahuan sejati, karena pengetahuan dari dunia realitas hanya pengetahuan semu.

Pandangan Aristoteles berbeda dengan Plato. Menurut Aristoteles adalah baik indra dan jiwa itu berjalan beriringan. Dalam pandanganya mengenai bagaiamana mendapatkan pengetahuan adalah manusia bisa mendapatkan pengetahuan dengan meyerap pengetahuan dari dunia realitas dan mengelolahnya dalam pikiran kita (ide). Contoh gampangnya seperti pada tulisan sebelumnya bagaiamana seorang tukang kursi pertama di dunia ini menciptakan kursi ?. Jika menurut Plato, si tukang kursi mendapatkangambaran kursi dari dunia ide. Sedangkan menurut Aristoteles si tukang kayu mendapatkan mendapatkan konsep kursi dari dunia baru diolah dalam pikiran (ide), seperti si tukang kayu yang sudah lelah seharian di hutan untuk menebang pohon, ketika dia ingin beristirahat dan duduk dia tidak mendapati tempat untuk duduk, karena semua di hutan pohon tersebut berduri (mungkin), si tukang kayu mulai memikirkan untuk membuat benda yang bisa digunakan untuk duduk dan beristirahat dan terciptalah kursi.

Demikianlah sedikit penggambaran kritik Aristoteles terhadap Plato. Sesungguhnya banyak sekali kekayaan pemikiran Aristoteles bisa di pelajari, akan tetapi karena keterbatasan penulis cukup sekian dulu 😀

Sumber Gambar: http://fera000.deviantart.com

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: