Skip to content

Review Buku “Diskursus Seksualitas”

10 Februari 2015

Judul Buku: Diskursus Seksualitas

Penulis: Ampy Kali

Penerbit: Ledalero

Tahun Terbit: 2004

Tebal: 116 halaman

Sumber Gambar:  solusibuku.com

Michel Foucault adalah filsuf asal Perancis, bisa dikatakan dia merupakan salah satu filsuf besar abad ke 20. Foucault dikenal melalui berbagai buah pemikiranya yang dituangkan dalam berbagai karya yang menjadi rujukan bagi peminat ilmu humaniora. Dalam kancah filsafat Foucault menempati peran sentral sebagai pemikir postmodern dan postsrukturalis (meskipun dia sendiri tidak mengakuinya). Bahkan banyak yang menganggap Foucault sebagai tokoh yang memberikan pengaruh besar terhadap lahirnya postmodern. Pengertian postmodern sendiri secara garis besar dijabarakan oleh Jean Francois Lyotard, menurut Lyotard salah satu ciri pemikiran postmodern adalah minatnya terhadap kajian kajian yang sifatnya pinggiran atau keluar dari arus mainstream. Foucault didapuk sebagai tokoh beraliran postmodern, karena kajianya jika dibandingkan dengan ilmuwan social lainya dianggap kajian yang sifatnya pinggiran. Foucault tidak tertarik mengkaji masalah pertentangan kelas seperti Karl Marx, keteraturan social yang dikaji Emile Durkheim dan sederet ilmuwan social lainya yang lebih senang mengkaji hal yang sifatnya umum. Kajian Foucault diantaranya adalah orang gila, penjara, dan masalah seksualitas.

Dalam buku ini penulis buku mengkaji pemikiran Foucault dalam hal seksualitas. Menurut Foucault sendiri seksualitas sangat berhubungan dengan wacana yang diciptakan oleh penguasa pada rezim tertentu. Seksualitas yang sebenarnya merupakan urusan pribadi, dan dibahas pada ranah domestic, pada saat ini sudah memasuki ranah public. Masuknya seksualitas dalam ranah public ini menjadi salah satu ajang pamer kekuatan pihak berkuasa, bahwa penguasa bisa mengatur semua warganya sampai urusan ranjang sekalipun.

Dalam buku ini disajikan secara garis besar bagaimana lahirnya seksualitas dalam masyarakat berdasarkan kurun waktu tertentu. Dan setiap zaman memiliki pandangan seksualitas yang berbeda beda dan tidak bisa dikaitkan satu sama lain. Pengkajian Foucault mengenai seksualitas ini terfokus pada masyarakat eropa, mulai dari masyarakat eropa pada era Greco roman (Romawi dan Yunani klasik), Pertengahan atau feudal, dan masyarakat modern. Pada masyarakat Greco Roman, seksualitas merupakan urusan pribadi (domestic) yang harus dilakukan dengan tanggung jawab masing masing individu dan tidak ada otoritas yang mengatur. Pada masyarakat pertengahan seksualitas sudah masuk pada ranah public, yang ditandai agama sudah mulai mengatur kehidupan seksualitas, pada era pertengahan seksualitas merupakan hal yang berkaitan dengan dosa yang sedapat mungkin dihindari. Pada era modern seksualitas sudah menjadi hal bisa dipebincangkan di umum, pemerintah (penguasa) sudah mulai mengatur seksualitas dengan bantuan dari ilmu pengetahuan atau Scientific.

Secara garis besar penyampain bahasa buku ini mudah dipahami, dan bisa menjadi bacaan awal sebelum membaca karya asli dari Foucault.

Sumber Gambar: solusibuku.com

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: