Skip to content

Pendidikan Untuk Masyarakat, Dari Masyarakat, Oleh Masyarakat

23 Mei 2015

Penulis: Toto Suharto

Penerbit: LKIS

Kota Penerbit: Yogyakarta

Tahun Terbit: 2012

Tebal: 170 Halaman

Pendidikan itu apa. Menurut Paulo Freire tokoh yang didapuk sebagai bapak pendidikan kritis, pendidikan adalah upaya untuk memanusiakan manusia. Begitulah salah satu pemikiran Paulo Freire yang diangkat dalam buku ini, selain juga tokoh tokoh pendidikan lainya yang diangkat dalam buku ini. Buku ini disusun dari penelitian yang dilakukan penulisnya yaitu Toto Suharto, yang membedah UU sisdiknas tahun 2003 pasal 55. Pasal ini sesuai dengan judul buku ini yaitu pendidikan berbasis masyarakat. Dalam pasal ini berisikan pendidikan yang bisa di kelolah sepenuhnya oleh masyarakat, akan tetapi pasal ini memiliki kelemahan tersendiri menurut penulisnya, yaitu perumusan UU sisdiknas tentang penyerahan pelaksanaan pendidikan terhadap masyarakat ini masih ada intervensi pemerintah yang sejatinya kurang sesuai dengan maksud pendidikan berbasis masyakat yang sejatinya dalam pendidikan berbasis masyarakat, masyrakatlah harusnya menjadi “tuan” dalam pelaksanaanya.

Buku ini menggunakan kerangka teori Michel Foucault tentang kekuasaan dan pengetahuan, untuk membedah UU sisdiknas yang isinya paradox, di satu sisi mempercayakan pelaksanaan pendidikan secara mandiri kepada masyarakat disisi lain pemerintah masih ingin menancapkan hegemoninya untuk melanggengkan status quo. Pemikiran tokoh tokoh pendidikan kritis juga disertakan, tepatnya empat tokoh pendidikan kritis yang berpengaruh diantaranya: (1) Paulo Freire (2) Peter Mc Laren (3) Henry A Giroux (4) Michael W Apple. Keempat tokoh ini memiliki prespektif yang berbeda dalam mengkaji pendidikan dan dalam buku ini keempat tokoh tersebut dikategorikan dengan berbagai aliran filsafat yang berbeda.

Paulo Freire dalam buku ini masuk dalam toko pendidikan beralirah humanis radikal. Freire masuk dalam aliran ini, karena penekanan Freire dalam proses pendidikan adalah kesadaran subjek dalam proses pendidikan. Menurut Freire dalam proses pendidikan tidak boleh ada yang menjadi objek anatara pendidik dan peserta didik harus menjadi subjek yang aktif untuk menafsirkan permasalahan di sekitarnya. Metode menafsirkan keadaan sekitar yang terjadi secara timbale balik ini disebut Freire sebagai metode pembelajaran ahadp masalah. Tokoh kedua yang dibahas dalam buku ini adalah Peter Mc Laren yang dikategorikan tokoh yang beraliran marxis ortodok. Mc Laren juga terkenal dengan sebutan bapak pendidikan radikal revolusioner. Tokoh ketiga adalah Henry A Giroux yang mengkaji pendidikan dengan “pisau” cultural studies. Menurt Giroux dalam proses pendidikan guru selain harus menjadi intelektual juga harus menjadi agen yang bisa melakukan transformasi dalam masyarakat. Tokoh yang terakhir adalah Michael W Apple, dalam buku ini Apple masuk dalam kategori tokoh pendidikan yang beraliran neo-marxian. Corak Marxian Apple terlihat dalam rumusanya mengenai kurikulum. Menurut Apple kurikulum yang diterapkan dalam sekolah saat ini tak lebih dari sarana indoktrinasi kaum penguasa dan sekolah sudah menjadi tempat untuk mencetak tenaga kerja murah yang dibutuhkan oleh kapitalis.

Pendidikan tradisional melawan pendidikan organic menjadi bagian akhir pembahasan buku ini. Terminology pendidikan tradisonal dan organic ini mengadopsi pemikiran Antonio Gramsci mengenai intelektual organic dan tradisional. Pada bagian akhir ini penulis buku membadingkan pendidikan tradisional yang menggunakan prespektif fungsionalis yang ujung ujungnya melanggengkan status quo penguasa dan melanggengkan penindasan. Sedangkan pendidikan organic menggunakan prepektif konflik yang tujuanya melakukan transformasi dalam masyarakat.

Kekurangan buku ini adalah tidak menyertakan pemikiran tokoh pendidikan nasional yang sebenarnya bisa sangat berguna untuk mengkaji masalah pendidikan dan lebih sesuai konteks untuk Negara kita. Misalnya pemikiran Ki Hajar Dewantara bisa dimasukan dalam buku ini agar buku ini tidak terkesan hanya mengimpor teori dari luar yang belum tentu seusai dengan konteks Negara kita.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: