Skip to content

Review Novel: Dunia Anna

14 Januari 2016
23433546

Sumber Gambar: goodreads.com

 

Penulis: Jostein Gaarder

Penerbit: Mizan

Tahun Terbit: 2008

Novel ini berkisah tentang seorang anak berusia 16 tahun yang perihatin menyaksikan lingkungan sekitarnya telah mengalami perubahan yang luar biasa. Perubahan tersebut terjadi bukan perubahan menuju ke arah yang lebih baik, tapi perubahan tersebut justru mengarah pada kehancuran ekosistem di bumi. Kesadaran Anna ini timbul ketika dia melakukan perjalananya ke rumah saudaranya untuk merayakan libur natal yang bertepatan dengan musim salju. Tidak seperti natal sebelumnya natal pada saat itu Anna berumur 10 tahun terlihat berbeda karena tidak ada salju.

Namun, pada malam tahun baru saat Anna memasuki usia 10 tahun, sama sekali tidak ada salju, baik di dataran tinggi maupun lembah. Walau suhu dingin telah menancapkan giginya cukup lama di kawasan tersebut, selain dari beberapa gundukan di sana-sini, pegunungan tidak bersalju sama sekali. Bahkan, puncaknya yang megah tampak telanjang dibawah langit, tanpa mantel musim dingin putih seperti biasanya.” (hal. 8)

Kemudian ketika Anna tiba di rumah saudaranya tersebut Anna menyaksikan sekawanan rusa ada disekitar rumah saudaranya. Rusa yang nampak di area rumah saudaranya tersebut nampak ganjil, karena sebelumnya Anna tidak pernah menyaksikan ada rusa yang sampai masuk ke pemukiman warga. Setelah berfikir lebih dalam Anna menyadari bahwa hal ini terjadi karena rusa tersebut sudah kehilangan habitatnya. Hilangnya habitat rusa ini disebabkan oleh eksploitasi manusia terhadap alam.

“Menurut Anna, munculnya rusa kutub ini sebuah kejaidan yang cukup menggelisahkan. Belum pernah terjadi sebelumnya rusa kutub berkeliaran sampai di pemukiman desa.” (hal. 9)

Dalam novel ini Anna dikisahkan selain sebagai seorang anak yang perihatin terhadap kerusakan alam sekitar, Anna juga dikisahkan sebagai seorang anak yang memiliki kelebihan dibanding anak lainya. Anna memiliki daya imajinasi yang tinggi, hal ini dibuktikan kemampuan Anna untuk mengingat setiap mimpi ketika dia tertidur. Dengan kelebihanya ini, Anna bisa berkenalan dengan Psikolog bernama Benjamin, yang kelak akan menjadi rekan diskusi Anna tentang sebab-sebab terjadinya kerusakan lingkungan.

Dalam mimpinya Anna sering menjadi orang lain sampai menjadi hewan. Terkadang Anna juga merasa bahwa mimpinya itu menyampaikan pesan tersendiri bagi Anna termasuk pesan bahwa kerusakan alam sekitar hanya tinggal menunggu waktu jika tidak ada seorangpun yang memulai perubahan. Dari mimpinya tersebut Anna mulai tergerak untuk melakukan perubahan terhadap lingkungan agar kelak bisa dinikmati untuk generasi berikutnya. Untuk mengetahui lebih jelas apa mimpi yang membuat Anna bisa mengubah kesadaranya untuk berbuat lebih untuk lingkungan, silahkan baca bukunya.

Bersama Jonas (pacarnya) Anna merencanakan untuk membentuk organisasi pecinta lingkungan. Organisasi ini bertujuan untuk menyelamatkan hewan dan tumbuhan yang terancam punah. Dengan metode lotere yang diusulkan Jonas maka diharapakan banyak orang yang bersedia menyumbangkan dananya untuk kelestarian hewan dan tumbuhan. Kenapa harus dengan lotere? sekedar info lotere sejatinya sama dengan judi ataupun taruhan. Menurut Jonas manusia adalah makhluk yang suka permainan, dan judi erat hubunganya dengan permainan.

“Manusia adalah makhluk individualistik, memikirkan diri sendiri, dan suka bermain-main. Setiap usaha untuk menyelamatkan manusia dan bumi yang kita tinggali ini, haruslah memperhatikan sifat tersebut….Anda mungkin sambil membawa sebuah kotak amal dan mengumpulkan uang untuk dana harimau, atau anda menyelenggarakan bazaar, atau sebuah lotere besar-besaran. Karena kita sedang berurusan dengan manusia di sini, maka yang paling tepat ialah lotere atau pasar malam.” (hal. 165)

Dengan memanfaatkan ketertarikan manusia pada permainan, Jonas berharap metode lotere ini bisa menambah minat atau setidaknya membuka mata banyak orang bahwa ada isu yang penting yang perlu mendapat perhatian. Tidak hanya masalah skor pertandingan antara Arsenal lawan Totenham. Untuk teknis lebih lengkapnya bagaimana kedua sejoli itu menggunakan lotere sebagai sarana pengumpulan dana bagi hewan dan tumbuhan, silahkan baca novelnya 😀

Keindahan dan kelestarian isi bumi merupakan tanggung jawab bagi generasi kita. Jika kita tidak menjaganya maka bersiaplah kelak pada tahun 2082 anak dan cucu kita akan dipanggil untuk menghadap sebagai saksi atau bahkan pesakitan di hadapan “pengadilan iklim” di Den Haag.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: