Skip to content

Tokoh – Tokoh Filsafat Prancis (1)

7 Juni 2015

Tulisan ini membahas tokoh-tokoh filsuf Perancis, penulis membubuhkan angka satu pada judulnya, karena tidak semua tokoh filsafat Perancis yang dibahas disini dan kelak jika penulis sempat akan penulis lanjutkan tulisan ini dengan judul yang sama dan penulis tambahkan angka selanjutnya. Tulisan ini bersumber dari buku yang penulis baca yang berjudul “Filsafat Barat Abad XX (Jilid II Prancis)”, karya K. Bertens. Baca selanjutnya…

Mitos

1 Juni 2015

Mitos merupakan kata yang melekat dalam masyarakat saat ini. Mitos diidentikan dengan hal yang sifatnya magis seperti mitos tentang pohon yang dihuni roh halus, mitos mengenai telaga angker, dan segala hal yang bersifat “klenik”. Mitos sebenarnya merupakan bagian dari permaiinan bahasa, begitulah menurut prespektif semiologi. Semiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda. Semiologi tersusun dari dua kata yaitu semion dan logos. Semion adalah tanda sementara logos adalah ilmu pengetahuan. Kajian semiologi pertama kali dicetuskan oleh Ferdinand de Saussure, salah satu cabang dari semilogi adalah ilmu linguistic yang menjadi salah focus kajian Saussure. Bahasa menurut Saussure tersusun dari penanda dan petanda. Penanda adalah fisik, rupa wujud dan ekspresi mental (Barthes, 2012: 42). Contoh penanda jika kita mengatakan mobil berarti berhubungan dengan wujud, dan citra mobil tersebut yaitu: memiliki empat roda, pintu dengan kacanya dan segala wujud fisik mobil tersebut. Petanda adalah substansi, konsep dari penanda (Barthes, 2012: 36). Contoh petanda dari mobil adalah sarana transportasi. Petanda memang sulit untuk diklasifikasikan dan setiap orang memiliki petanda masing masing dalam melihat fenomena. Perbedaan petanda ini bila penulis boleh simpulkan salah satunya berasal dari perbedaan pengetahuan yang dimiliki setiap orang dalam melihat penanda. Penggabungan antara penanda dan petanda yang biasa disebut penandaan melahirkan tanda. Baca selanjutnya…

Pendidikan Untuk Masyarakat, Dari Masyarakat, Oleh Masyarakat

23 Mei 2015

Penulis: Toto Suharto

Penerbit: LKIS

Kota Penerbit: Yogyakarta

Tahun Terbit: 2012

Tebal: 170 Halaman

Pendidikan itu apa. Menurut Paulo Freire tokoh yang didapuk sebagai bapak pendidikan kritis, pendidikan adalah upaya untuk memanusiakan manusia. Begitulah salah satu pemikiran Paulo Freire yang diangkat dalam buku ini, selain juga tokoh tokoh pendidikan lainya yang diangkat dalam buku ini. Buku ini disusun dari penelitian yang dilakukan penulisnya yaitu Toto Suharto, yang membedah UU sisdiknas tahun 2003 pasal 55. Pasal ini sesuai dengan judul buku ini yaitu pendidikan berbasis masyarakat. Dalam pasal ini berisikan pendidikan yang bisa di kelolah sepenuhnya oleh masyarakat, akan tetapi pasal ini memiliki kelemahan tersendiri menurut penulisnya, yaitu perumusan UU sisdiknas tentang penyerahan pelaksanaan pendidikan terhadap masyarakat ini masih ada intervensi pemerintah yang sejatinya kurang sesuai dengan maksud pendidikan berbasis masyakat yang sejatinya dalam pendidikan berbasis masyarakat, masyrakatlah harusnya menjadi “tuan” dalam pelaksanaanya. Baca selanjutnya…

Review Buku “CHE Vive”

17 Mei 2015
tags: ,

Sumber: writingcourse.wordpress.com

 Judul Buku: CHE Vive

Penulis: T. W. Utomo

Penerbit: Selasar

Tahun Terbit: 2009

Tebal: 120 Halaman

Banyak buku biografi yang membahas kehidupan Che Ernesto Guevara, hampir semua buku tersebut membahas sosok Che yang garang memperjuangkan ideologinya. Corak dalam buku ini juga hampir sama dengan beberapa buku biografi yang membahas Che, tetapi perbedaanya dalam buku ini kita akan melihat sosok Che dari segi humanisnya. Memang dalam kata pengantar buku ini secara jelas penulisnya menyatakan bahwa buku ini lebih terfokus mengenai sosok Che sebagi sosok manusia biasa yang mencintai keluarga, perokok berat, kegemaran Che membaca dan beberapa bahasan mengenai Che per bab yang menggambarkan sosok humanis Che. Tulisan ini akan sedikit mengulas per bab tentang apa saja yang di bahas dalam buku ini. Baca selanjutnya…

Radikalisme dalam Media

3 Mei 2015
tags: ,

Akhir akhir ini dunia pendidikan digegerkan oleh masuknya buku teks agama yang berbau radikal. Teks agama tersebut beberapa point yang saya ingat yaitu: (1) diperbolehkan membunuh orang yang beragama di luar Islam, (2) menyanjung nabi sama dengan menyekutukan Allah, dan beberapa poin yang saya lupa. Masuknya teks agama yang dianggap radikal ini tak urung membuat KEMENDIKBUD serasa kebakaran jenggot, buku buku teks agama yang sudah dibagikan di kalangan pelajar tersbut ditarik, akan tetapi penarikan buku tersebut mengalami kendala karena penarikan buku tersebut tidak bisa ditarik secara sepenuhnya diakibatkan ada beberapa pelajar yang enggan mengembalikan dengan berbagai alasan. Tersebarnya buku teks agama yang di cap radikal ini dikhawatirkan oleh pihak pihak yang terkait sebagai bentuk pembibitan calon calon teroris baru (katanya). Kasus ini sempat hangat diperbincangkan di media, bahkan ada beberapa saluran TV yang mengundang beberapa pakar untuk menganalisis kasus ini. Baca selanjutnya…